"Dampaknya tentu secara global. Bisa saja ini adalah awal dari krisis global jilid II. Jika jilid I dipicu oleh Amerika, maka untuk jilid II ini dari negara-negara berkembang dan dimulai dari Dubai," terangΒ Ekonom Standart Chartered Fauzi Ichsan saat dihubungi detikFinance, Minggu (29/11/2009).
Pasar saham Indonesia tentu akan terkena dampak tersebut, lebih khusus pada pasar obligasi di dalam negeri. Untuk sementara, investor asing akan membawa dana mereka ke dollar AS, dan menunggu penanganan kasus Dubai World dalam sepekan mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, jika utang Dubai World dapat segera direstrukturisasi maka pasar saham dalam negeri dapat segera rebond. Ia berharap, jangan sampai terjadi cross default atas tunggakkan utang Dubai World. Sebab ini penting untuk menjaga stabilnya pasar saham dan obligasi korporasi di dunia.
Dalam tiga hari ke depan, Ichsan memprediksi, indeks akan terkoreksi 5-10%. Pada pembukaan perdagangan Senin (30/11/2009) mendatang, IHSG juga akan melihat kondisi pasar regional yang buka terlebih dahulu.
"Kita lihat akan seberapa dalam koreksinya. Kita juga melihat dari perdagangan bursa Jepang dan Hong Kong yang buka satu jam sebelum IDX," pungkasnya. (wep/epi)










































