Menteri ESDM Desak Exxon Capai Target Produksi Cepu

Menteri ESDM Desak Exxon Capai Target Produksi Cepu

- detikFinance
Selasa, 01 Des 2009 12:45 WIB
Menteri ESDM Desak Exxon Capai Target Produksi Cepu
Jakarta - Pemerintah mendesak Mobil Cepu Limited, anak usaha ExxonMobil untuk segera mencapai target produksi yang sudah ditetapkan, untuk mendukung pencapaian target produksi dalam APBN 2009. Rata-rata produksi minyak 2009 hingga 29 November 2009 baru mencapai 948.914 barel per hari (bph).

Hal ini disampaikan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh usai menghadiri acara 14th Joint Energy Working Group Indonesia-Netherland ,di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (1/12/2009).

"Yang bisa dilakukan terbaik mendorong agar kontraktor kontraktor minyak asing khususnya Cepu agar cepat mencapai target-targetnya yang optimal yaitu 165 ribu barel per hari pada waktunya," ujar Darwin.

Darwin mengakui, tidak tercapainya produksi dalam APBN 2009 sebesar 960.000 bph karena banyak sumur minyak di Indonesia yang sudah tua sehingga terjadi natural decline rate (penurunan tingkat produksi secara alami).

"Kita sudah melakukan berbagai macam langkah yang serius. Untuk diketahui saja bahwa sumur-sumur minyak sudah tua dan mereka punya natural decline rate ," ungkapnya.

Saat ditanya apakah pemerintah akan melepas stok minyak mentah untuk mencapai target lifting dalam APBN, Darwin mengatakan hal itu harus diputuskan dalam rapat koordinasi karena cadangan minyak mentah tersebut diperlukan untuk pengamanan minyak dalam negeri.

"Itu tidak bisa begitu saja kita lepas. Yang juga bisa kita lakukan yaitu dengan meningkatkan efisiensi dengan cara mencabut sumbatan-sumbatan yang menghambat pelaksanaan produksi di lapangan-lapangan minyak kita," paparnya.

Sementara itu, Kepala BP Migas R Priyono menyatakan rata-rata produksi minyak 2009 hingga tanggal 948.914 bph. Sementara untuk produksi gas 2009 mencapai 7.914 mmscfd.

"Sementara status produksi sepanjang November hingga tanggal 29 November sebesar 953.201 bph, dan produksi gasnya sekitar 8.368 mmscfd," ujar Priyono dalam pesan singkatnya kepada detikFinance . (epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads