Kepala Ekonomi BNI Tony Presetiantono mengatakan, setelah sukses dalam stabilitas politik, Indonesia juga punya ketahanan finansial yang baik. Dengan demikian, prediksi pertumbuhan Indonesia tahun depan berkisar 5,2-5,3%.
"Jika normal, pertumbuhan ekonomi adalah 6%. Kalau bagus mencapai 7%, tapi 5,3% masih lebih baik," katanya.
Kedua kekuatan utama ini, terbukti telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2009. Di sektor perbankan, rasio kredit bermasalah atau Net Performing Loan (NPL) tetap terjaga, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga berada di posisi 17,7%.
Seiring makin positifnya pertumbuhan ekonomi, laju inflasi juga kemungkinan meningkat. Menurut Tony angkanya berkisar di level 5% sampai 5,5%. Tahun depan, masyarakat mulai berani untuk melakukan produksi dan belanja. Kedua gairah ini akan mengelaborasi, dan menjadikan inflasi di 2010 naik.
"Inflasi akan naik menjadi 5-5,5%. Ini sejalan dengan gairah ekonomi yang mulai tumbuh, walaupun belum tergolong normal," jelasnya.
Bank Indonesia (BI) rate juga tetap terjaga di tahun depan. Level BI rate akan sama, di angka 6,5%, seperti tahun 2009. Namun bisa dimungkinkan akan bergerak direntan 6,5-7%.
"2010 tetap 6,5%, namun in the worse BI rate bisa di 6,5-7%. Sedangkan untuk exchange rate berkisar di Rp 9.000-9.300 per dolar AS. Outlook -nya akan membaik. Penguatan juga ditopang oleh nilai tukar dollar (Amerika Serikat) yang masih melemah,"paparnya.
(wep/dnl)











































