"Penyumbang deflasi paling besar itu cabe merah yang harganya turun 10,9 persen. Dia menyumbang deflasi sebesar 0,09 persen," kata Kepala BPS Rusman Heriawan di sela jumpa pers di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Selain itu, ikan segar, dan telur ayam ras juga mengalami penurunan dengan sumbangan deflasi masing-masing 0,05 persen dan 0,02 persen.
"Sekarang ini saatnya rajin makan telur, soalnya lagi murah," ujarnya.
Total penurunan indeks bahan makanan sebanyak 0,82 persen. Sementara kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,08 persen.
"Angkutan udara juga mengalami penurunan setelah lebaran. Tarif sudah turun dari lebaran, jadi sekarang saatnya kalau mau naik pesawat. Nanti menjelang Desember tarif bisa naik lagi," tambahnya.
Beberapa komponen penyumbang inflasi antara lain, kenaikan indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,15 persen, kelompok sandang 0,98 persen, kesehatan 0,19 persen dan pendidikan 0,13 persen.
"Ada juga yang menyumbang inflasi yaitu emas dan perhiasan yang dipakai rumah tangga, menyumbang inflasi 0,06 persen," jelasnya.
Menurutnya, jika harga emas tidak naik, turun atau berada di posisi stabil, deflasi November bisa lebih besar lagi. Bawang merah juga menyumbang inflasi sebanyak 0,04, sedangkan cabe rawit 0,02 persen.
"Cabe rawit ini benar-benar rawit. Cabe lain turun, dia malah narik ke atas. Ini terkait dengan musim dan suplai," katanya.
(ang/dnl)











































