Ketua (Indonesian Iron and Steel Industry Association /IISIA) Fazwar Bujang yang juga Dirut PT Krakatau Steel mengatakan penurunan konsumsi tidak terlepas dari dampak krisis global yang memicu penundaan proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri.
"Tahun ini yang terjadi adalah bahwa konsumsi baja di semester pertama turunnya, semester kedua sudah di 80% sehingga rata-rata konsumsi baja 65% dibandingkan 2008 secara kumulatif," kata Fazwar di sela-sela Munas I IISIA di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Selain itu, kata dia, dari sisi produksi baja dalam negeri saat ini masih terbatas dari 4-5 juta ton. Sehingga pada tahun ini impor baja akan mencapai 1,9 juta ton.
Sedangkan untuk tahun depan, permintaan konsumsi baja diprediksi akan mencapai 7,2 juta ton. Peningkatan ini, lanjut Fazwar, karena adanya pemulihan ekonomi global, meskipun peningkatan konsumsi baja tahun depan belum bisa menyamai tahun 2008 lalu.
"Tahun depan saya kira naik menjadi 75%-80% Produksi baja Indonesia sekitar 5 juta ton kan pada tahun 2008 sekitar konsumsi 8,5-9 juta ton," imbuhnya.
Dikatakannya meski permintaan baja pada tahun depan akan meningkat, ia tetap khawatir pangsa pasar produsen lokal akan menurun. Hal ini terjadi karena mulai diterapkan perdagangan bebas atau FTA (free trade agreement ) ASEAN khususnya dengan China.
Dengan adanya ASEAN-China FTA, maka tarif bea masuk (BM) baja di Indonesia akan diturunkan dari 5% hingga 12,5% menjadi 0 hingga 5%. Hal itu dikhawatirkan memicu lonjakan impor baja asal China.
"Permintaan akan tumbuh karena ada pertumbuhan ekonomi tapi apakah ini akan dinikmati produsen lokal? Akan sulit dicapai dan eksportir dari China dan beberapa negara sangat bergairah," jelasnya.
Ia menjelaskan jika dampak terburuk perdagangan bebas terjadi, maka industri hilir baja akan terpukul secara langsung akibat implementasi penurunan bea masuk. Sedangkan untuk industri hulu baja lebih bisa bertahan meski terkena dampaknya secara perlahan-lahan.
"Kalau dikatakan yang kolaps biasanya yang hulu lebih tahan dan yang kena hilir dulu karena kapasitas kecil karena mereka terjepit. Jadi yang akan habis hilir," terangnya.
(hen/dnl)










































