Menurut juru bicara ExxonMobil Maman Budiman, target produksi tersebut baru bisa tercapai jika fasilitas produksi penuh selesai dibangun. Sementara tender pembangunan fasilitas produksi penuh baru akan dimulai tahun 2010.
"Butuh waktu 36 bulan untuk membangun full capacity ," ujar Maman di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Maman memaparkan, target produksi awal Blok Cepu sebesar 20.000 bph, hingga saat ini masih belum bisa tercapai karena para pembeli minyak yang dihasilkan lapangan tersebut belum sanggup menampung hasil produksi hingga 20.000 bph.
Saat ini produksi Cepu hanya mencapai 13.000 barel perhari. Sedangkan target produksi tahun depan mencapai 16.000 bph.
"Sebenarnya kita bisa mencapai target produksi 20.000 bph, tapi itu semuakan tergantung dengan pembelinya," ungkapnya.
Maman memaparkan, adapun pembeli yang sudah berkomitmen untuk menyerap gas produksi cepu sebesar 16.000 bph. Dimana 10.000 bph diserap oleh Pertamina dan sisanya diambil oleh PT Tri Wahana Universal (TWU).
"Saat ini 12.000 bph ke Pertamina sedangkan 1.000 bph ke TWU. Padahal TWU bisa menampung sebesar 6.000 bph," ungkap dia.
Pada kesempatan yang sama, Maman mengatakan rencananya pihaknya akan mulai melakukan eksplorasi di lapangan Jambaran, Blok Cepu, mulai tahun depan.
Saat ini, ExxonMobil juga tengah melakukan pembicaraan dengan Pertamina untuk menentukan siapa yang akan menjadi operator di lapangan itu. "Ini masih dalam pembicaraan. Tapi kami ingin Exxon tetap menjadi operator," tandasnya.
(epi/dnl)











































