Sedangkan harga Minas/SLC sebesar US$ 80,07 per barel, naik US$ 4,62 per barel dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 75,45 per barel.
Berdasarkan situs Ditjen Migas yang dikutip detikFinance , Rabu (2/12/2009), peningkatan harga ini sejalan dengan meningkatnya harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan beberapa faktor, antara lain terus meningkatnya optimisme akan pulihnya perekonomian dunia yang ditandai dengan perkiraan menguatnya pertumbuhan perekonomian sejumlah negara konsumen utama minyak, terutama China, Amerika Serikat, Eropa, India, Brasil, dan Korea Selatan.
Serta revisi perkiraan permintaan minyak kuartal 4 tahun 2009 oleh International Energy Agency (IEA) yang meningkat 0,21 juta barel per hari dibandingkan perkiraan bulan sebelumnya.
"Peningkatan ini terkait dengan bertambahnya permintaan negara-negara non-OECD, terutama Timur Tengah (Saudi Arabia) dan Asia (China dan India)," ujar siaran pers tersebut
Selain itu, yang menyebabkan naiknya harga minyak ini adalah sempat terhentinya produksi minyak mentah (43%) dan gas alam (28%) di kawasan Teluk Meksiko selama satu minggu sebagai antisipasi datangnya Badai Ida di minggu pertama November 2009, oleh sejumlah perusahaan produsen migas yang beroperasi di kawasan tersebut.
Faktor lainnya yaitu terus menurunnya stok mingguan distillate fuel termasuk heating oil Amerika Serikat karena meningkatnya permintaan dalam musim dingin serta melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap Yen dan Euro yang mencapai nilai terendah dalam 18 bulan terakhir.Pelemahan ini cenderung mendorong kenaikan harga minyak mentah dan komoditas lainnya yang berbasis dolar Amerika Serikat.
Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak juga disebabkan oleh peningkatan tajam impor minyak mentah China yang merupakan konsumen energi terbesar dunia yang mencapai lebih dari 4 juta barel per hari.
Peningkatan impor ini terutama diakibatkan bertambahnya kapasitas kilang-kilang baru sebesar 0,75 barel per hari sehingga meningkatkan kebutuhan dalam negeri China lebih dari 7,9 juta barel per hari.
Selengkapnya harga minyak mentah utama di pasar internasional selama bulan November dibandingkan Oktober, sebagai berikut:
- WTI (Nymex) naik US$ 2,44 per barel dari US$ 75,82 per barel menjadi US$ 78,26 per barel.
- Brent (ICE) naik US$ 3,65 per barel dari US$ 73,93 per barel menjadi US$ 77,58 per barel.
- Tapis (Platts) naik US$ 4,81 per barel dari US$ 75,42 per barel menjadi US$ 80,23 per barel.
- Basket OPEC naik US$ 3,74 per barel dari US$ 72,67 per barel menjadi US$ 76,41 per barel.











































