"Kementerian akan melakukan kampanye untuk meminta masyarakat Malaysia mengurangi konsumsi gula dan juga ada seruan dari LSM yang meminta pemerintah menghapuskan subsidi gula," ujar Deputi Menteri Perdagangan dan Konsumerisme Malaysia, Tan Lian Hoe dalam wawancaranya dengan AFP, Rabu (2/12/2009).
"Kita akan melihat proposal ini karena kami berharap warga Malaysia dapat mengkonsumsi gula lebih sedikit demi gaya hidup yang lebih sehat karena gula akan menimbulkan banyak penyakit," imbuhnya.
Pemerintah Malaysia saat ini menggelontorkan subsidi gula hingga 720 juta ringgit atau sekitar US$ 213 juta atau sekitar Rp 2 triliun per tahun. Gula termasuk salah satu komoditas yang dikontrol oleh pemerintah Malaysia.
Menteri Perdagangan dan Konsumer Malaysia Ismail Sabri Yakoob mengatakan, penghapusan subsidi gula itu diperkirakan akan membuat harga gula di Malaysia melonjak hingga 70% dari 1,45 ringgit atau sekitar Rp 4.000 menjadi 2,45 ringgit atau sekitar Rp 6.800 per kg.
Harga gula di Malaysia termasuk yang terendah sehingga memicu penyelundupan dan juga penjualan massal ke negara-negara tetangga. Sebagai perbandingan, harga gula di Indonesia saat ini berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per kg.
Pemerintah Malaysia berharap dengan penghapusan subsidi gula sehingga harganya naik itu bisa membuat masyarakatnya semakin berhemat gula. Pemanis ini dikenal sebagai pemicu diabetes dan obesitas.
Ismail mengatakan, survei menunjukkan obesitas di Malaysia telah meningkat dari 16% pada tahun 1996 menjadi 29,1% pada tahun 2006. (qom/dnl)











































