"Jembatan Selat Sunda (JSS) perlu studi yang lama, geologi, arus laut berbagai studi. Kalau KS senang saja (dilibatkan)," kata Direktur Krakatau Steel Fazwar Bujang saat ditemui di depperin, Rabu (2/12/2009).
Fazwar mengatakan, dari sisi kemampuan produksi baja untuk pembangunan konstruksi jembatan pihak KS, lanjut dia, cukup mampu memenuhi permintaan. Namun yang jadi masalah biasanya dalam setiap perjanjian sebuah proyek skala besar, terlebih melibatkan investor asing, biasanya ada semacam keharusan menggunakan komponen produk dari negara investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai produksi baja KS, lanjut Fazwar, saat ini dari kapasitas produksi terpasang yang mencapai 2,5 juta ton per tahun, produksi KS tahun 2009 hanya mencapai 1,7 juta ton. Sedangkan untuk tahun depan perseroan optimis bisa memproduksi hingga 2 juta ton lebih.
"Tahun 2010 produksi lebih dari 2 juta ton, kami optimis," katanya.
(hen/ang)










































