Forbes menuliskan, tingginya permintaan sumber daya alam produksi Indonesia telah meningkatkan kekayaan para milyuner tersebut secara cepat. Lebih dari sepertiga dari daftar tersebut meraup kekayaannya dari sektor batubara, CPO dan migas. Termasuk 3 dari 5 pendatang baru dalam daftar tersebut.
Kelima pendatang baru dalam daftar tersebut, seperti dikutip dari Forbes, Kamis (3/12/2009) adalah:
- Ciliandra Fangiono, chief executive produsen CPI First Resources (33 tahun), nilai kekayaan US$ 710 Juta, peringkat 18.
- Sandiaga Uno, salah satu pemilik Adaro Energy (40 tahun), nilai kekayaan US$ 400 juta, peringkat 29.
- Kusnan dan Rusdi Kirana, pemilik maskapai terbesar kedua Indonesia, Lion Air (50/46 tahun), nilai kekayaan US$ 480 juta, peringkat 22.
- Hashim Djojohadikusumo, sektor perminyakan (55 tahun), nilai kekayaan US$ 500 juta, peringkat 21.
- Bachtiar Karim, chairman Musim Mas (52 tahun), nilai kekayaan US$ 250 Juta, peringkat 39.
Mereka menggantikan beberapa tokoh beken yang pada tahun 2008 berada di jajaran 40 orang terkaya di Indonesia. Untuk masuk dalam daftar ini, para jutawan tersebut harus memiliki kekayaan minimal US$ 240 juta atau sekitar Rp 2,28 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(qom/qom)











































