Ini merupakan langkah cerdik para pengusaha China menyongsong persiapan perdagangan bebas atau ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) pada 1 Januari 2010 nanti. Bahkan tak tanggung-tanggung dari kabar yang beredar para importir itu akan membeli satu lantai di sentra pasar tekstil Tanah Abang, Jakarta.
"Saya mendengar kabar dari para pedagang di Tanah Abang, produsen China sudah mau membeli satu lantai di Tanah abang, untuk memasarkan produk-produk dia," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudradjat saat ditemui di acara Rapimnas Kadin, Hotel Sultan, Kamis (3/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka ini nantinya bertindak sebagai importir, grosir dan distributor. Ini (produk tekstil) yang dulu dihantam, setelah itu garmen," katanya.
Dikatakan Ade, sebagai tahap awal para importir China akan mengincar pasar tekstil di Jakarta (Tanah Abang) dan Surabaya (Pasar Turi). Sedangkan yang menyedihkan lagi, sampai saat ini para produsen tekstil Indonesia masih belum melakukan apa-apa, termasuk melakukan penjajakan agresif di pasar China.
"Mereka akan membuat basis di dua kota itu, kalau di Surabaya mungkin di Pasar Turi," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif API Ernovian G. Ismy mengatakan sentra tekstil Tanah Abang banyak didominasi produk tekstil impor dimana produk impor menguasai 75% di pasar yang berlokasi di Jakarta Pusat itu, sedangkan produk lokal hanya 30%. Dari total produk impor sebanyak 80% umumnya berasal dari China.
"Komposisi produk tekstil dan produk tekstil di Tanah Abang produk impor sangat dominan. Produk-produk tekstil China dijual kiloan," kata Ade.
(hen/epi)
