"Dahlan Iskan memang salah satu calon, dia sudah dua kali kita wawancarai," kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/12/2009).
Meski demikian, ia belum mau membocorkan posisi yang akan diberikan kepada Dahlan, apakah direktur utama atau hanya direktur saja. Ia mengatakan, masih ada dua nama calon lainnya yang sudah diwawancara, keduanya berasal dari internal PLN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menolak untuk menyebutkan identitas kedua calon yang berasal dari intenal tersebut. "Tidak etis kalu kita sebutkan sekarang," tambahnya.
Mustafa mengatakan, saat ini proses pergantian direksi sudah rampung dibahas di eselon 1, dan minggu ini akan masuk ke mejanya. Diharapkan, pekan depan nama-nama yang sudah disaring oleh Mustafa bisa dikirimkan ke tim penilai akhir.
"Mudah-mudahan sebelum Desember ini berakhir sudah bisa selesai," tandasnya.
Selain PLN, nama-nama yang akan diajukan Kementerian Negara BUMN ke TPA juga melibatkan calon direksi dan komisaris PT Pertamina (Persero). Salah satu calon yang diajukan adalah Waluyo yang saat ini menjabat wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sementara.
"Dia salah satu yang diajukan untuk fit and proper. Jadi kita siapkan untuk kembali ke Pertamina," ungkapnya. (ang/qom)










































