Pameran Ikan Hias Terbesar Targetkan Transaksi Rp 3 Miliar

- detikFinance
Minggu, 06 Des 2009 13:59 WIB
Jakarta - Salah satu pameran ikan hias terbesar, Indonesia Pets Plants Aquatic Expo (IPPAE) 2009  menargetkan transaksi hingga Rp 3 miliar.

Pameran yang diramaikan belasan komunitas pehobi ikan hias dan hewan peliharaan dalam negeri dan luar negeri ini berlangsung dari tanggal 5-13 Desember 2009 di WTC Mangga Dua, Jakarta.

Jenis ikan yang dipamerkan meliputi louhan, koki, arwana, cupang, koi, discus dan monsterfish. Ikan-ikan yang dipamerkan nantinya akan mengikuti kontes, yang akan memperebutkan piala menteri kelautan dan perikanan Indonesia.

"Total transaksi yang kami targetkan bisa menembus Rp 3 miliar," kata Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih dalam siaran persnya Minggu (6/12/2009).

Optimisme ini kata dia, karena ikan arwana platinum yang seharga mobil mewah senilai Rp 500 juta sudah laku terjual pada hari pertama. Bahkan ikan-ikan legenda lainnya seperti ikan arwana termerah atau super red juga akan dipamerkan di IPPAE.

"Kami berupaya  akan jadikan ini acara tahunan rutin di WTC Mangga Dua," jelas Herjanto.

Potensi  Ekspor Ikan Hias Sangat Besar

Sementara itu Kepala Hubungan Luar Negeri Perhimpunan Pencinta Louhan Indonesia (P2LI) Johnlee mengatakan dengan adanya pameran ikan hias berskala besar di Indonesia maka dengan sendirinya akan mendongkrak kinerja ekspor ikan hias Indonesia keluar negeri.

Dikatakannya potensi  devisa ekspor ikan hias cukup besar. Ia mencontohkan sebuah perusahaan ikan hias di Singapura mampu menjual 10 juta dollar Singapura per tahunnya, tetapi yang ironisnya dari jumlah itu 75% ikan yang diekspor berasal dari Indonesia.

"Saya berharap seharusnya pemerintah menjadi fasilitator pebisnis. Singapura saja pemerintahnya mempermudah perizinan tambak ikan hias, tapi Indonesia, izinnya berbelit-belit," katanya.

Ia juga mengharapkan agar  pemerintah mempermudah izin ekspor dan impor ikan hias khususnya untuk keperluan pameran, dengan demikian kinerja ekspor ikan Indonesia bisa berpeluang meningkat.

"Kita masih terkendala di Badan Karantina untuk mengimpor ikan hias keperluan pameran," katanya.

Johnlee menerangkan, Badan Karantina meminta importir membuat Izin Usaha Perikanan (IUP) saat mengimpor ikan. Dikatakannya hal ini sulit dilakukan jika ikan yang akan didatangkan bukan untuk diperdagangkan, melainan untuk kepentingan pameran.

Ia mencontohkan, pemerintah Singapura selalu memudahkan impor ikan hias yang berpartisipasi di pameran ikan hias terbesar Singapura yaitu  Aquarama.

"Tidak heran Singapura menjadi eksportir ikan hias terbesar, padahal mereka kan tidak punya kekayaan laut," jelasnya.

(hen/dro)