"Sekarang inflasi rendah dari Maret ke Maret di bawah 5%, sehingga ada peluang garis kemiskinan tidak bergerak jauh. Saya tidak bilang jumlah kemiskinan akan turun tapi dari garis kemiskinan itu tidak seperti tahun-tahun lalu yang melonjak ikuti inflasi, tinggal bagaimana pendapatan masyarakat," jelas Rusman di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (7/12/2009).
Menurut Rusman, angka kemiskinan sangat dipengaruhi harga-harga barang yang dikonsumsi rakyat miskin. Namun, Rusman tidak memberikan kepastian mengenai kenaikan atau penurunan angka tersebut pada perhitungan angka kemiskinan yang akan dilakukan pada Maret 2010 nanti.
Jumlah Pengangguran Paruh Waktu Meningkat
Sedangkan untuk pengangguran, Rusman menyatakan pengangguran terbuka turun dari 8,14% pada Februari 2009 menjadi 7,87% pada Agustus 2009. Penurunan ini, jelas Rusman, menyebabkan jumlah pekerja tidak penuh di Indonesia meningkat.
"Harus dilihatnya pengangguran turun tapi harus dilihat implikasinya. Misal mereka berubah status menjadi bekerja tapi di bawah 35 jam. jadi pengangguran paruh waktu bertambah," ujar Rusman.
Rusman menambahkan kondisi keuangan Indonesia yang tidak begitu kuat menyebabkan penduduk Indonesia yang meningkat 1,34% per tahun sejak tahun 2000 ini wajib bekerja. Namun, yang menjadi permasalahannya adalah kualitas pekerjaannya.
"Biar bagaimana pun, ciri khas lapangan kerja di Indonesia menyebabkan orang suka tidak suka harus bekerja. Lain seperti di luar negeri yang APBN-nya kuat. Di Indonesia karena sistemnya belum jalan, orang nganggur akan mati. Yang jadi persoalan kualitas pekerjaannya," keluh Rusman.
(nia/dnl)











































