Hadapi Tahun Baru, 4 Kota Kekurangan Pasokan Miras

Hadapi Tahun Baru, 4 Kota Kekurangan Pasokan Miras

- detikFinance
Senin, 07 Des 2009 13:55 WIB
Hadapi Tahun Baru, 4 Kota Kekurangan Pasokan Miras
Jakarta - Menghadapi perayaan tahun baru 2010 suplai minuman keras (miras) di 4 kota mengalami kekurangan yakni Medan, Denpasar (Bali), Jakarta dan Surabaya. Para pengusaha enggan menyetok miras karena harganya terlalu mahal.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani saat ditemui di kantor Kadin, Jakarta, Senin (7/12/2009).

Yanti menjelaskan miras umumnya banyak dikonsumsi oleh para turis asing yang memenuhi hotel-hotel dan restoran di Indonesia. Pasokan miras dinilai sangat penting dalam mendukung bisnis dua bidang usaha tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kata dia, kebijakan pungutan pajak untuk miras sangat memberatkan pengusaha restoran- hotel termasuk konsumen karena menyebabkan harga miras sangat tinggi. Selain dikenakan bea masuk tinggi, miras juga dikenakan PPn barang mewah, cukai dan PPN.

"Memang ada daerah yang kosong, persoalannya adalah pajak," katanya.

Ia telah mendapatkan laporan dari beberapa daerah seperti  Bali, Jakarta, Medan dan Surabaya yang para pengusahanya enggan menyetok miras karena dianggap terlalu mahal.

"Banyak yang sekarang yang pusing. Bahkan ada penumpang (turis) garuda yang nggak jadi datang ke Indonesia," katanya.

Dikatakannya, faktor kelangkaan miras khususnya bagi turis asing cukup mempengaruhi dampak kunjungan turis ke Indonesia.

"Bagi orang turis asing miras sudah menjadi kebutuhan mereka," katanya.

Sementara itu konsumen wine yang ditemui detikFinance, mengatakan ia merasakan dampak adanya kelangkaan wine di salah satu bar di Jakarta beberapa akhir ini.

"Pantas, saya waktu cari wine susah, rak-raknya banyak yang kosong," kata sumber tersebut.


(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads