Demikian dikemukakan oleh Pengamat Ekonomi Mirza Adityaswara usai diskusi publik penyelamatan sistem perbankan dan berbagai kebijakan publik di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (7/12/2009).
"Kayaknya tidak akan berpengaruh signifikan. Tapi harus dilihat juga bentuk dari demo itu sebesar apa," katanya.
Ia mengatakan, jika demo yang dilakukan skalanya tidak besar, maka situasi ekonomi tidak akan terpengaruh. Sebaliknya, jika ternyata demonya cukup besar, maka diperkirakan akan menghantam situasi ekonomi.
Menurutnya, yang paling terpengaruh adalah situasi politik. Jika situasi politik ini berubah secara signifikan, maka secara lambat laun bisa mempengaruhi situasi ekonomi, salah satunya pertumbuhan ekonomi.
"Di Indonesia itu, pengaruh politik terhadap ekonomi itu sekitar 60 persen. Kalau terus digoyang kayak gini pasti ada pengaruhnya," jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku menerima informasi akan ada gerakan sosial pada 9 Desember 2009. Pada hari tersebut, sejumlah tokoh
nasional dan puluhan LSM berencana menggelar aksi damai terkait Hari Antikorupsi Dunia.
Presiden SBY menilai aksi ini berpotensi menimbulkan kerusuhan, bahkan menuding aksi ini sebagai gerakan makar, sehingga SBY sudah memperingati sebelumnya.
(ang/dnl)










































