Selain itu, defisit gas ini memaksa PLN untuk menjalankan pembangkit berbahan bakar solar yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan gas. Hal ini menyebabkan beban subsidi listrik masih akan tinggi.
"Sampai 2013, pasokan gas masih kurang (defisit)," ujar Dirut PT PLN Fahmi Mochtar saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat malam (4/12).
Berdasarkan data PLN, pada tahun 2009 saja PT PLN mengalami defisit hingga 763 billion british thermal unit per day (BBTUD) dengan kebutuhan sebesar 2.140 BBTUD sedangkan yang terkontrak hanya 1.377 BBTUD. PLN pun baru menyuplai sebesar 1.138 BBTUD sepanjang tahun ini.
Defisit pasokan gas terbesar akan terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 825 BBTUD. Dengan kebutuhan 2.474 BBTUD sedangkan yang terkontrak hanya 1.649 BBTUD.
Pada tahun 2010, PLN akan defisit 661 BBTUD dengan jumlah kebutuhan 2.233 BBTUD sedangkan yang terkontrak hanya 1.572 BBTUD.
Tahun 2011, PLN akan mengalami defisit gas sebesar 818 BBTUD dengan kebutuhan gas sebesar 2.413 BBTUD sedangkan yang terkontrak 1.595 BBTUD. Pada tahun 2012, PLN mengalami defisit pasokan gas sebesar 662 BBTUD, dengan kebutuhan 2.474 BBTUD dan yang terkontrak hanya 1.649 BBTUD.
Untuk memperkecil defisit tersebut, kata Fahmi, PLN terus mencoba berburu suplai gas dari para produsen atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Untuk semester 1 tahun 2009, PLN telah menghemat Rp 9,7 triliun dengan kebijakan tersebut.
"Saat ini, kami sedang gencar-gencarnya mencari pasokan gas untuk mengalihkan pembangkit berbahan bakar minyak menjadi gas," ujar Fahmi.
Berdasarkan data PLN yang dilansir detikFinance , penggunaan BBM mencapai puncaknya pada tahun 2008 yaitu mencapai 11,3 juta kilo liter dan mulai berkurang secara signifikan mulai tahun 2009 sebesar 8,8 kilo liter. Kemudian diproyeksikan terus menurun menjadi 6,6 juta kilo liter tahun 2010 dan menjadi 4,3 juta kilo liter tahun 2011.
Penurunan BBM tersebut, menyebabkan meningkatnya secara signifikan bagan bakar gas dan batubara dengan tambahan peningkatan batubara rata-rata 10 juta ton per tahun mulai tahun 2010.
PLN mencatat realisasi penggunaan batubara di pembangkit sebesar 21 juta ton di tahun 2008 dan diperkirakan meningkat sebesar 22,8 juta ton tahun 2009. Untuk tahun 2010 diperkirakan meningkat menjadi 29,6 juta ton dan tahun selanjutnya sebesar 40,7 juta ton.
(nia/dnl)











































