"Kira-kira dari 10-11 sektor, mungkin ada 4 atau 5 sektor reasonable itu perkiraan," kata Hidayat saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (8/12/2009).
Hidayat mengaku saat ini di kabinet belum satu suara soal adanya upaya penundaan beberapa sektor industri di AC-FTA, mengingat proses untuk membawanya ke rapat kabinet belum tuntas.
Rencananya, Jumat pekan ini masalah usulan penundaan ini akan dibawa ke rakor Menko Perekonomian yang hasilnya akan di bawa ke presiden dalam rapat kabinet.
"Belum ada tanggapan presiden, saya juga belum sampaikan. Di tingkat menteri harus sepakat dulu baru ke presiden," katanya.
Dikatakan Hidayat, dirinya dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu telah sepakat membentuk tim kecil bersama Departemen Keuangan dalam rangka persiapan untuk pembahasan di tingkat menko dan rapat kabinet.
"Menteri terkait harus satu suara yang kemarin hadir Dirjen Depdag Gusmardi, Anggito, bersama menterinya menyamakan dulu baru dilaporkan ke kabinet," jelasnya.
Jika semua proses kesepakatan ditingkat kabinet selesai untuk melakukan penundaan maka negosiator dari Depdag akan melaksanakan tugas dari keputusan kabinet.
"Jadi ketentuan itu, Januari tetap jalan (AC-FTA) dengan catatan Indonesia akan renegosiasi," katanya.
(hen/dnl)











































