"Turun ke jalan demo itu paling mudah, tapi kalau dijalankan banyak yang menggeliat-geliat," ujar Sri Mulyani dalam paparannya saat rapat kerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Kantor BPKP Jl. Pramuka, Jakarta, siang ini (9/12/2009).
Menurut Sri Mulyani, membersihkan korupsi itu memang sesuatu yang indah tetapi sulit dilaksanakan. Sampai saat ini banyak sekali satuan kerja (satker) yang merasa terganggu dan diawasi oleh para auditor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyerapan anggaran tahun 2004-2005 itu cuma 60-70% salah satunya karena banyak yang ngawasin jadi daripada salah mending diem aja. Masa 1 orang yang jalanin 50 orang yang ngawasin," jelasnya.
Sri Mulyani menambahkan banyak orang yang berteriak harus akuntabel tetapi tidak tahu batasan akuntabel itu. Hal ini menyebabkan pihaknya sering dicurigai sebagai bendahara umum negara.
"Banyak yang teriak-teriak harus akuntabel... harus akuntabel. Tapi ditanya apa yang dimaksud akuntabel, tidak tahu," keluhnya.
Sri Mulyani menyatakan perayaan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada hari ini merupakan waktu yang tepat untuk reflkeksi agar Republik Indonesia dapat berjalan secara bersih dan baik. Menurutnya, program pemberantasan korupsi harus berjalan bersama program pembangunan lain.
"Anda harus melakukan semuanya, tidak hanya pemberantasan korupsi, penciptaan good governace, tetapi juga program anti kemiskinan, membuat gaji guru lebih baik, semua harus berjalan," ujarnya.
(nia/qom)











































