"Kunci keberhasilan pencapaian ini adalah transformasi Pertamina EP yang terus diimplementasikan dalam langkah nyata serta optimalisasi lapangan-lapangan produksi" ujar Direktur Operasi Pertamina EP Bagus Sudaryanto dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Rabu (9/12/2009).
Berdasarkan catatan Pertamina EP, produksi minyak Pertamina EP pada Januari 2009 masih pada kisaran 118.000 barrel per hari terus mengalami peningkatan secara bertahap dan pada Mei 2009 telah mencapai 124.464 barrel per hari. Pada Agustus 2009 kembali meningkat menjadi 132.370 barrel per hari dan pada rata-rata produksi November 2009 telah menembus 133.881 barrel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi Minyak Pertamina EP terus mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/ CAGR) mencapai 3,1 persen dari level produksi 95,6 ribu barrel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006.
Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7 persen di 2007 menjadi 110,3 MBOPD dan kembali naik sebesar 7,8 persen di 2008 dengan produksi rata-rata 116,6 MBOPD. Hingga akhir 2009 Pertamina EP optimis dapat melampaui target produksi 125,5 MBOPD.
Untuk produksi rata-rata gas Pertamina EP hingga November 2009 sebesar 1050 juta standar kaki kubik per hari. Dari jumlah tersebut 28% dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 22% untuk memenuhi kebutuhan industri, 18% untuk industri pupuk, 18% untuk pasokan ke pembangkit listrik, dan 14% lainnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina & pemakaian sendiri. Pertamina EP merupakan pemasok gas dalam negeri terbesar di Indonesia.
Bagus menyatakan untuk tahun 2010 taget produksi minyak Pertamina EP sebesar 128.000 barrel per hari. Menurut dia, meskipun hanya meningkat 2 persen dari 2009 tetap tidak mudah untuk dicapai dan memerlukan upaya keras untuk menahan laju penurunan produksi, mengingat tingginya laju penurunan secara alamiah yang masih sangat tinggi yakni rata-rata sebesar 18% per tahun.
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal ini dengan melakukan penyempurnaan pada proses eksploitasi secara primary recovery melalui implementasi best reservoir management and maintenance. Selain itu Pertamina EP juga mengoptimalkan produksi melalui artificial lift dan optimalisasi fasilitas produksi, serta focus pada implementasi prinsip-prinsip keselamatan & kesehatan kerta (HSE Awareness).
(epi/qom)











































