Panasonic pertama kali mengumumkan rencana akuisisinya pada Desember 2008. Ketika itu Panasonic menyatakan tengah menjajaki kesepakatan dengan Goldman Sach untuk membeli mayoritas saham Sanyo.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2009), Panasonic membayar 131 yen untuk setiap lembar saham biasa. Ini berarti Goldman Sachs, Daiwa Securities SMBC dan Sumitomo Mitsui Banking Corp mengantongi laba yang besar karena membeli saham preferen Sanyo senilai 700 yen dan dikonversikan menjadi 10 saham biasa untuk tiap lembarnya pada tahun 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanyo sebelumnya sepakat untuk menjual unit usaha baterai isi ulangnya di tengah ketatnya kompetisi di Jepang, China, Eropa dan AS. Kesepakatan ini juga terjadi di tengah para raksasa manufaktur Jepang yang sedang berjuang bangkit dari kerugian yang dideritanya akibat krisis.
Panasonic sebelumnya telah memangkas 15.000 karyawan dan menutup lusinan pabriknya dalam rangka efisiensi usai mencatat kerugian pertamanya setelah 6 tahun. Sanyo juga memangkas ratusan karyawan dalam rangka meraup untung. Sanyo juga mendapatkan dana dengan menerbitkan miliaran lembar saham baru pada tahun 2006.
(qom/dnl)










































