Sekjen Gabungan Pengusaha Farmasi Budi Prasetio mengatakan saat ini setidaknya ada 72 perusahaan alat kesehatan di dalam negeri yang sudah banyak mampu membuat beberapa peralatan kesehatan. Dengan adanya FTA ASEAN-China pembebasan bea masuk 0% mulai tahun depan maka industri alat kesehatan teracam.
"Tempat tidur itu diimpor juga oleh pemerintah padahal kita sudah biasa buat, makanya saya bilang impor alat tempat tidur kenapa impor dalam negari kita bias buat. Tapi untuk alat-alat ICU, pemacu jantung kita nggak bisa buat, nggak apa-apa impor," katanya saat ditemui di kantor Kadin, Jakarta, Kamis (10/12/2009).
Bahkan kata dia pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan telah mengetahui permasalahan ini. Namun hingga sekarang ini belum ada tindakan nyata karena rumah sakit pemerintah masih banyak menggunakan dana APBN/APBD untuk produk-produk dari China.
"Ini karena pola pikirnya yang masih import minded , jadi kalau hanya imbauan saja tidak mempan," katanya.
(hen/dnl)











































