Berdasarkan situs resmi Departemen ESDM yang dikutip detikFinance, Jumat (12/12/2009), selain untuk menambah kehandalan pasokan listrik pada sistem Jawa Bali, PLTU Labuan unit 1 dan 2 juga menunjang program diversifikasi energi ke non-BBM.
Dengan pengalihan bahan bakar ini PLN dapat menghemat biaya operasi mencapai Rp. 4.852.915.008 per tahun. Perhitungan penghematan tersebut berdasarkan asumsi harga batubara Rp. 270,51 per Kg dan harga BBM sebesar Rp. 1.342,17 per liter dengan kapasitas produksi sebesar 300 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan capacity factor pemakaian batubara dan BBM 0,85 maka akan didapat selisih biaya produksi sebesar Rp. 300.863.586 per jam. Dan jika dihitung per hari maka akan didapat selisih penghematan mencapai Rp. 7.220.726.064.
PLTU Labuan memanfaatkan batubara kalori rendah sebagai bahan bakar yang saat ini cadangannya tersedia cukup besar di Kalimantan dan Sumatera. Pemanfaatan batubara kalori rendah ini secara signifikan akan meningkatkan pendapatan asli daerah dan masyarakat pada wilayah sumber batubara dan dilain pihak produk BBM dapat dialokasikan untuk kepentingan ekspor sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara.
PLTU Labuan Unit 1 dan 2 yang merupakan bagian dari Program Percepatan Pembangunan Pembangkit 10.000 MW Tahap I direncanakan seluruhnya akan mulai beroperasi secara penuh akhir Desember 2009.
(epi/qom)











































