"Bisa dari dalam dan luar. Tapi yang paling penting yaitu mampu mengerakkan PLN sesuai dengan konteks zamannya," ungkap Darwin usai salat Jumat di Gedung Departemen ESDM, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/12/2009).
Menurut dia, saat ini PLN membutuhkan sosok pemimpin yang mampu bekerjasama dengan pihak-pihak di luar PLN dalam melakukan penyediaan listrik kepada masyarakat yang belum dapat menikmati listrik. Disamping tetap memperkuat peranan PLN sebagai tulang punggung dalam konteks representasi pemerintah sebagai pemegang usaha kelistrikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darwin mencontohkan, untuk daerah-daerah yang masih belum teraliri listrik, PLN sedapat mungkin dapat bekerja sama dengan BUMD, pihak swasta, dan Pemerintah Daerah setempat.
"Di daerah yang susah untuk ditarik jaringan, pengadaan listrik bisa dengan mempenggencar desa mandiri energi, memperbesar program Corporate Social Responsibility (CSR) swasta untuk mengadakan listrik," papar dia.
Saat ditanya perombakan jajaran direksi PLN, Darwin enggan berkomentar karena menurutnya hal tersebut merupakan wewenang Menteri Negara BUMN, Mustafa Abu Bakar.
"Itu juragan yang betul Pak Mustafa, jadi tanya ke beliau," tandasnya.
(epi/qom)











































