Demikian Menteri Perminyakan Irak Hussein al-Shahristani mengumumkan seusai penandatanganan kontrak kerja dengan kedua perusahaan tersebut, Sabtu (12/12/2009), dikutip detikfinance dari NRC Handelsblad.
Ladang minyak dimaksud adalah Qurna-2 Barat, di sebelah barat ladang minyak Majnoon, yang kira-kira sama besar. Sehari sebelumnya ladang minyak Majnoon ini jatuh ke tangan konsorsium Shell dan Petronas Malaysia melalui lelang kontrak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsorsium Lukoil dan Statoil meminta harga 1,15 per barel minyak mentah kepada pemerintah Irak pada produksi 1,8 juta barel per hari. Lukoil akan menerima 85% dari keuntungan, 15% untuk Statoil.
Pemerintah Irak berambisi dalam jangka waktu 6 tahun ke depan untuk menggenjot produksi minyaknya ke tingkat 7 juta barel per hari dari 2,5 juta barel per hari saat ini.
Menteri Perminyakan Al-Shahristani mengatakan bahwa produksi minyak Irak dalam jangka panjang dapat mencapai 12 juta barel per hari.
(es/es)











































