Proyek-proyek tersebut diantaranya yakni proyek PLTU 2x100 MW di Riau, Kalimantan Timur, Papua dan Maluku Utara.
"Saya kira di tahun 2010 proyek 10.000 MW masih ada yang diselesaikan yakni proyek PLTU 2x100 di Riau kemudian proyek PLTU di Kaltim. Ini merupakan Perpres tahap satu yang di adendum kemarin," ungkapnya Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar, di usai penandatangan perjanjian dengan perbankan di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Senin (14/12/2009).
Kemudian, lanjut Fahmi, masih ada 2 proyek PLTU di Irian dan Maluku Utara yang semua akan diproses pada tahun 2010. "Totalnya senilai Rp 10 triliun," jelasnya.Fahmi juga mengatakan mengenai pembiayaannya, untuk proyek 2x100 MW di Riau dan Kalimantan timur akan dibiayai oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) setempat.
"Untuk yang di Maluku dan Irian tidak terlalu besar yakni US$ 45 Juta. Dananya diperolah melalui fasilitas kredit sindikasi dengan perbankan nasional seperti BRI dan Mandiri mereka sudah mau," tambahnya.
Untuk ekspansi di 2010, selain dari perbankan perseroan masih akan tetap menambah permodalan dari penerbitan obligasi dan bond. "Obligasi rencananya akan tetap menjadi sumber pendanaan kita, rencananya di triwulan I-2010 kita akan menerbitkan obligasi PLN," pungkasnya. (dru/dnl)










































