Menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, dengan adanya FTA, Indonesia akan mendapat keuntungan besar. Hal ini bisa dilihat dari nilai surplus perdagangan dengan China tahun ini mencapai US$ 2,2 miliar, padahal beberapa tahun lalu hanya US$ 500 juta.
"Kita tidak akan ajukan peraturan baru untuk batasi produk pertanian tahun depan. Dari awal kita sudah siap hadapi FTA," katanya di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kita masih mengalami tekanan impor buah dari China," tambahnya.
Ia menambahkan, untuk menanggulangi tingginya impor buah tersebut, Departemen Pertanian sudah menerapkan karantina, keamanan pangan, menggunakan ambang batas pestisida, dan sebagainya.
Impor buah tersebut menurut Bayu belum terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, impor buah Indonesia hanya mencapai 3-4 persen dari total produksi dan konsumsi dalam negeri.
(ang/dro)











































