Menurut Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi kesiapan infrastruktur penyaluran BBM milik Petronas dan AKR.
"Hasilnya kami putuskan 21 Desember dan pada 23 Desember 2009 dalam sidang komite penetapan pelaksana PSO 2010," ujar Tubagus dalam pesan singkatnya, Selasa (15/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Verifikasi tidak bisa dilakukan sehari karena lokasinya sangat remote," ungkapnya.
Sebelumnya, BPH Migas telah menetapkan tiga perusahaan yaitu PT AKR Corporindo, PT Shell Indonesia, dan Petronas untuk mendampingi Pertamina distributor BBM PSO tahun depan. Para calon pendamping Pertamina tersebut diberi waktu hingga 14 Desember untuk membangun infrastruktur pendistribusian BBM miliknya.
Dari ketiga calon pendamping tersebut, hanya Petronas dan AKR yang menyatakan kesiapan dan Shell menyatakan mundur dari bursa calon pendamping tersebut.
Rencananya AKR akan menyalurkan 109.162 KL per tahun di Medan, Deli Serdang, Binjai, Metro Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Utara, Bandar Lampung, Pontianak, dan Banjarmasin.
Sementara Petronas akan menyalurkan Mogas 88 di 4 SPBU sebesar 20.440 KL per tahun atau 56 KL per hari di Medan.
(epi/dro)











































