ADB dalam 'Asia Economic Monitor' yang dirilis, Selasa (15/12/2009) memperkirakan pertumbuhan ekonomi 14 negara Asia Timur bisa mencapai 4,2% pada 2009 dan 6,8% pada 2010.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan laporan 'Asian Development Outlook 2009 Update' yang dirilis ADB pada September lalu, dengan perkiraan ekonomi Asia Timur tumbuh 3,6% di 2009 dan 6,5% di 2010.
Ke-14 negara Asia Timur yang dinilai ADB ini meliputi 10 negara ASEAN seperti Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja plus China, Korea, Hong Kong, dan Taipei.
"Negara berkembang Asia Timur mengalami rebound yang sangat kuat dan rata-rata pertumbuhan pada tahun depan sepertinya sedikit di atas kebanyakan negara-negara lain di tahun 2008," ujar Jong-Wha Lee, kepala ekonom ADB yang juga kepala Integrasi Ekonomi Regional ADB.
ADB menilai pertumbuhan ekonomi yang kuat itu disebabkan karena respons kebijakan yang cepat dan membaiknya lingkungan eksternal.
"Meskipun proses pemulihan dengan pola 'V' sedang berjalan, namun penting untuk menjadikan stimulus moneter dan fiskal tetap akomodatif yang memungkinkan perekonomian tetap berjalan," imbuhnya.
China yang berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya selama krisis finansial diperkirakan akan tumbuh lebih cepat pada 2010 ketimbang 2009. ADB mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonominya atas China sebesar 8,2% pada 2009 dan 8,9% di 4010. (qom/dnl)










































