BUMN Diminta Setor Dividen Lebih dari Rp 30 Triliun di 2010

BUMN Diminta Setor Dividen Lebih dari Rp 30 Triliun di 2010

- detikFinance
Rabu, 16 Des 2009 08:32 WIB
BUMN Diminta Setor Dividen Lebih dari Rp 30 Triliun di 2010
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal mematok dividen yang akan ditarik tahun 2010 dari tahun buku 2009 lebih dari Rp 30 triliun. Tahun ini, dividen seluruh perusahaan plat merah mencapai Rp 26,1 triliun dengan interim Rp 1,6 triliun.

Demikian hal itu diungkapkan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar usai di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (15/12/2009).

"Tahun ini kan hampir Rp 30 triliun ya. Tahun 2010 saya belum tahu angka persisnya, tapi saya kira lebih dari Rp 30 triliun ya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan mengenai angka pasti dividen BUMN tersebut sebelum nanti dibahas bersama panitia anggaran DPR untuk dimasukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010.

Tahun ini, seluruh perusahaan plat merah ditargetkan bisa menyeror dividen sebanyak Rp 26,1 triliun. Angka tersebut sudah turun sekitar Rp 4,7 triliun dari target pemerintah di awal tahun 2009.

Penurunan target tersebut akibat penurunan harga minyak yang cukup tajam di akhir 2008 serta dampak dari krisis ekonomi global mempengaruhi perubahan perkiraan laba BUMN dalam tahun 2008 diperkirakan lebih rendah dari rencana sebelumnya.

Selain dividen biasa, sejumlah BUMN juga diminta untuk menyetor dividen interim untuk membantu menutupi realisasi pajak yang minim dalam APBN 2009. Target raupan dananya sekitar Rp 1,6 triliun dan akan diambil baik dari BUMN non listed maupun listed.

Sebelumnya, emiten BUMN sudah menyumbang dividen interim sebanyak Rp 1,3 triliun. Dari data dividen interim yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia, ada 7 emiten BUMN yang sudah memastikan akan memberikan dividen interim tahun buku 2009.

BUMN tersebut antara lain, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads