Demikian disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina Omar S. Anwar dalam perbincangan singkat dengan detikfinance di kantornya, Jalan Merdeka Timur Jakarta, Rabu (16/12/2009).
Ia menambahkan, saat ini total produksi perseroan mencapai 186 ribu bph, atau terjadi peningkatan pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sekitar 166 ribu bph. Sedangkan pertumbuhan produksi pada periode 2006-2009, untuk minyak dan gas masing-masing 14% dan 8%.
"Year on year pertumbuhan produksi kami secara keseluruhan 12-14%," kata Omar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan perseroan, produksi minyak Pertamina EP pada Januari 2009 masih pada kisaran 118 ribu bph dan terus mengalami peningkatan secara bertahap. Pada Mei 2009 bahkan telah mencapai 124.464 bph. Pada Agustus 2009 kembali meningkat menjadi 132.370 bph dan rata-rata produksi November 2009 telah menembus 133.881 bph.
Sampai saat ini, blok-SK 305, yang baru dimiliki Pertamina (Persero), dilaporkan mampu memproduksi minyak bumi sebesar 305 barel per hari. Padahal sebelumnya, perseroan mentargetkan produksi blok yang ada di Serawak, Malaisya ini dapat memproduksi 6 ribu bph.
"Untuk blok SK-305 saat ini memproduksi 305 bph. Blok ini merupakan hasil kerja sama dengan Petro Vietnam dan Petronas Carigali selama 6 tahun," ujar Omar.
Blok SK-305 diperkirakan memiliki cadangan 541 juta barel minyak dan 1,91 miliar kaki kubik. Di lapangan tersebut, anak usaha Pertamina, Pertamina Hulu Energy (PHE), memiliki saham 30%.
"Kami juga memiliki beberapa blok lain di luar Malaisya, seperti di Africa, Libya, Sudan dan Riyad," imbuhnya.
(wep/dro)











































