"Revisi Perpres tersebut sudah ditandatangani," ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar sebelum menyampaikan kuliah umum di acara wisuda sarjana Universitas Sriwijaya, Palembang, Kamis (17/12/2009).
Fahmi memaparkan dengan direvisinya Perpres tersebut maka akan ada tambahan dua PLTU yang dibangun di Kalimatan Timur dan Riau dengan masing-masing kapasitas 2x100 MW.
"Jadi kalau di Perpres dulu kan kami akan membangun pembangkit di 35 lokasi, tapi sekarang jadi 37 lokasi," ungkap dia.
Meskipun baru masuk dalam proyek 10.000 MW tahap pertama, namun Fahmi memastikan kedua PLTU tersebut akan selesai pada tahun 2012. Pasalnya, pihaknya memang sudah sejak lama melakukan pembicaraan dengan pemerintah daerah setempat dan Asosiasi Bank Daerah (ASBANDA) untuk memberikan pendanaan pembangunan dua PLTU yang diperkirakan masing-masing akan menelan dana Rp 200-220 juta.
"Pada bulan Januari, Gubernur Riau dan Kaltim akan menyerahkan lokasinya. Kalau ditambah 30 bulan, berarti tahun 2012 kedua PLTU ini sudah bisa selesai," ungkap dia.
Fahmi menambahkan kehadiran dua PLTU ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat Riau dan Kaltim yang saat ini masih mengalami defisit listrik. "Ini sangat strategis bagi Riau dan Kaltim karena disanakan masih defisit," tandasnya.
Fahmi menambahkan, pada tahun ini dua pembangkit dengan kapasitas 915 MW di Jawa sudah mulai beroperasi. Sementara untuk tahun 2010 sebesar 3.240 MW di Jawa dan 121 MW di luar Jawa, selanjutnya pada tahun 2011 sebesar 1.975 MW di Jawa dan 1.558 MW di luar Jawa, disusul pada tahun 2012 sebesar 700 MW di Jawa dan 368 MW di luar Jawa dan terakhir pada tahun 2013 sebesar 660 MW di Jawa.
"Hanya PLTU Adipala saja yang akan beroperasi tahun 2013 karena di sana kan menggunakan teknologi super kritikal jadi waktunya lebih lama," tandasnya.
Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2006 tentang penugasan kepada PLN untuk melakukan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara atau dikenal dengan sebutan fast track program .
proyek percepatan 10.000 MW tahap I yang seluruhnya merupakan PLTU dan tersebar di 10 proyek yang berlokasi di Jawa dengan total kapasitas 7.490 MW, 9 proyek berlokasi di Sumatera dengan total kapasitas 1.225 MW, 4 proyek berlokasi di Kalimantan dengan total kapasitas 220 MW, 4 proyek berlokasi di Sulawesi dengan total kapasitas 117 MW, 2 proyek berlokasi di Maluku dengan total kapasitas 46 MW, serta dua lokasi di Papua dengan total kapasitas 34 MW.
(epi/dnl)











































