Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi dalam acara konferensi pers di kantornya, Kamis (17/12/2009).
"Kalau hanya mementingkan prestisius, nama baik dan lain-lain. Saya pikir nggak perlu dia malu. Jangan mengorbankan ratusan ribu menganggur hanya karena prestise itu nggak betul," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dia over produksi, akan masuk ke kita besar-besar di tahun depan," katanya.
Ia mengatakan, industri dalam negeri menghadapi FTA ASEAN saat ini sudah seperti mengibarkan bendera putih. Ada kemungkinan banyak pelaku industri yang bakal beralih menjadi pedagang.
"Dalam FTA itu ada klausul, pasal 23 untuk menunda. Pakailah pasal itu, jangan kita merasa hebat terus," terangnya.
Ia juga tidak habis pikir dengan upaya pemerintah yang terkesan bersilat lidah dengan menyatakan produk-produk yang masuk ke Indonesia dalam perdagangan bebas adalah produk mentah.
"Nggak betul kalau kita diuntungkan dengan ada FTA masuknya bahan baku. Jangan pemerintah hanya silat lidah, yang masuk itu finish goods. Kalau kita pakai klausul itu saja 3-4 tahun kita siap, untuk melaksananakan dan bisa bersaing," katanya.
(hen/ang)










































