"Saya katakan sekarang di bidang manfacturing tidak banyak yang investasi di tahun depan. Lebih ingin melihat dulu dampak FTA, kita juga nggak ada listrik juga, maka kita tunggu sajalah," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi di kantornya, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Dikatakannya pada awal tahun 2010 saat FTA mulai berlaku, pertumbuhan investasi lebih akan ditopang oleh sektor pertambangan, perkebunan, properti, industri jasa termasuk sektor ritel seperti berkembangnya mal-mal. "Berkembangnya mal-mal karena kalau tidak jual barang kita, mereka jual barang China," katanya.
Mengenai pertumbuhan ekonomi tahun depan, ia optimis target pemerintah sebesar 5-5,5% bakal bisa tercapai bahkan angka 6% pun sangat mungkin. Sementara untuk pertumbuhan industri ia pesimis akan naik, karena untuk mempertahankan pertumbuhan di level 1,85% saja sudah terbilang sulit seperti tahun ini.
"Pertumbuhan 5-6% itu bisa asalkan kita selesaikan infrastruktur kita, kita lihat 4-5 bulan lagi baru akan clear ," katanya.
Ia juga mengatakan dari hasil pertemuannya dengan pihak PT PLN kemarin, terungkap PLN hanya menyanggupi pemenuhan tambahan listrik untuk industri hanya bisa dilakukan pada pertengahan tahun 2010.
Dengan kata lain, bagi industri yang akan melakukan ekspansi dan memerlukan listrik tambahan akan sulit mendapatkan pasokan sampai pertengahan tahun 2010.
"Kemarin PLN datang kemari, mereka menjamin listrik tidak akan mati-mati lagi. Tapi tidak ada tambahan-tambahan listrik baru, mungkin pertengahan tahun baru bisa," jelasnya.
(hen/dnl)











































