"Ada dari Rusia, Jepang, Kuwait dan Jerman, mereka sudah datang menemui saya," ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar di Palembang, Kamis (17/12/2009) lalu.
Fahmi mengaku, salah satu perusahaan yang sudah menemuinya yaitu, perusahaan listrik asal Rusia yaitu United Energy Sistems of Russia (RAO UES). Perusahaan listrik plat merah Rusia itu siap bekerjasama dengan PLN untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit tenaga panas bumi (PLTP) dengan skala besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Jerman akan masuk melalui pendanaan lewat Bank Pembangunan Jerman (KFW/Kreditanstalt fur Wiederaufbau) untuk membangun PLTU dan PLTP di luar Jawa. Begitupun dengan Jepang dan Kuwait juga telah berkomitmen untuk menyiapkan dana untuk membangun dan mendanai sejumlah proyek pembangkit listrik di Indonesia.
"Bahkan Kuwait siapkan dana yang unlimited. Berapapun dana yang diperlukan, mereka akan siapkan," ungkapnya.
Namun sayangnya, Fahmi belum mau menyampaikan secara detail proyek-proyek yang menjadi incaran keempat negara tersebut. "Saya belum bisa sampaikan karena semuanya masih dalam pembicaraan," tandasnya.
(epi/ang)










































