Menurut Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar, selain digunakan untuk proyek 10.000 Megawatt tahap I, dana tersebut juga digunakan untuk proyek kabel laut Jawa-Bali, perkuatan listrik Jakarta, penyelesaian interkoneksi Sumatera 275 KV, dan pembangunan transmisi yang terkait dengan proyek 10.000 MW.
"Jadi, untuk transmisi dalam 10.000 MW tahap satu disesuaikan jadwal pembangkit. Kalau selesai 2010, maka transmisi harus dibangun sebelumnya. Yang selesai tahun 2011, dibangun 2010," ujar Fahmi di Palembang, beberapa waktu lalu.
Fahmi menjelaskan, sumber pendanaan untuk belanja modal tahun depan akan berasal dari kas internal PLN, dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan juga dari penerbitan obligasi yang akan dilakukan BUMN listrik ini tahun depan.
"Selain itu, dananya juga berasal dari pinjaman yang sudah kami tandatangani untuk proyek 10.000 MW baik untuk pembangunan pembangkit maupun transmisi," ungkap dia.
Sementara untuk laba bersih tahun depan, Fahmi belum bisa menyebutkan angka. Namun Fahmi optimis perusahaan yang dipimpinnya tersebut akan tetap untung tahun meskipun harga minyak dunia diproyeksikan naik tahun depan.
"Seingat saya, 2010 laba bersih positif," jelasnya.
Fahmi menambahkan, setelah pada tahun ini dua pembangkit dengan kapasitas 915 MW di Jawa sudah mulai beroperasi. Maka pada tahun 2010 sebesar 3.240 MW di Jawa dan 121 MW di luar Jawa. Sejumlah PLTU di Pulaumulai beroperasi tahun depan yaitu PLTU unit 2 Rembang (1x315 Mw), PLTU Indramayu (3x330 MW), Suralaya (1x625 MW), PLTU Paiton (1x660 MW), PLTU Pacitan (2x315 MW).
"Sementara untuk luar jawa adalah PLTU Pangkal Pinang, PLTU Ende, PLTU Gorontalo,PLTU Kendari, dan PLTU Riau," imbuh Fahmi.
Dengan masuknya sejumlah pembangkit tahun depan, Fahmi berharap rasio elektrifikasi akan naik dari 65 persen di tahun ini menjadi 68 persen ditahun
"Kedua, akan terjadi penurunan biaya pokok produksi PLN. Ketiga, byar-pet hilang. Berkurang atau hilanglah," ungkapnya.
Selanjutnya pada tahun 2011, lanjut Fahmi, sesar 1.975 MW di Jawa dan 1.558 MW di luar Jawa, disusul pada tahun 2012 sebesar 700 MW di Jawa dan 368 MW di luar Jawa dan terakhir pada tahun 2013 sebesar 660 MW di Jawa.
"Hanya PLTU Adipala yang akan beroperasi tahun 2013 karena di sanakan menggunakan teknologi superkritikal jadi waktunya lebih lama," tandasnya.
(epi/dro)











































