Demikian disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PPA Renny O. Rorong dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (21/12/2009).
"Laba mulai dibukukan pada tahun 2011. Cashflow PAL pada tahun 2013 membaik, sehingga akan mampu melakukan pembayaran kepada PPA dan kreditor lainnya," tuturnya.
Renny mengatakan dengan telah ditandatanganinya persetujuan Menkeu dan Menneg BUMN, PPA yang ditugaskan Pemerintah merestrukturisasi dan merevitalisasi PAL, yang mengalami kesulitan modal kerja untuk menyelesaikan pesanan kapal yang ada, akan segera mencairkan pinjaman sebesar US$ 25,6 juta dan Rp 193,37 miliar tersebut
Renny mengatakan PAL sebagai BUMN adalah perusahaan yang prospektif mengingat potensi yang dimilikinya terutama sumber daya manusianya yang handal.
"Hal ini tercermin dari besarnya pesanan yang diterima, baik dari dalam negeri maupun luar negeri termasuk meningkatnya kebutuhan alutsista dari Dephan dan TNI yang juga dapat memberikan kelangsungan produksi PT PAL," kata Renny.
Mempertimbangkan nilai strategis PAL sebagai salah satu BUMN strategis di bidang pertahanan, Pemerintah telah menugaskan PPA, untuk menyehatkan kembali PAL.
Langkah penyehatan yang diambil PPA, jelas Renny, adalah dalam bentuk pemberian pinjaman dan pengawalan atas proses restrukturisasi dan revitalisasi seperti yang diamanatkan pemerintah kepada PPA.
Menurut Renny, pinjaman ini bersifat komersial dimana berdasarkan kajian akan dapat dilunasi PAL pada tahun 2018.
"Pinjaman ini terdiri USD 25,6 juta untuk penyelesaian pembangunan 10 kapal dan Rp 194,37 miliar untuk pembiayaan restrukturisasi korporasi," paparnya.
Dengan pembiayaan ini, Pemerintah, stakeholders, dan dukungan semua pihak mengharapkan PAL dapat lebih fokus dan effisien dalam menjalankan operasionalnya sesuai potensi yang dimiliki untuk menyongsong masa depan sebagai salah satu industri strategis di bidang pertahanan yang unggul dan dapat berkontribusi untuk memberikan hasil yang optimal bagi Negara.
"Atas langkah penyehatan ini, diharapkan proyeksikan EBITDA positif PAL sudah dapat tercapai pada tahun 2010," tambah Renny.
Selain restrukturisasi dan revitalisasi PAL oleh pemerintah melalui PPA sebelum tutup tahun 2009, PPA meyakini dapat menyelesaikan proses penyehatan PT Waskita Karya (Persero). Saat ini PPA telah ditugasi Pemerintah menangani penyehatan sekitar 14 BUMN yang mengalami masalah baik keuangan dan operasional.
(dnl/qom)










































