"Pokoknya sesuai aturan, kalau memang saya harus melepas jabatan itu, ya saya lepas," kata Dahlan dalam diskusi di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Bahkan Dahlan juga bersedia untuk menjual dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berada di Kalimatan Timur dan Jawa Timur. Hal itu dilakukannya untuk menghindari tuduhan konflik kepentingan jika ia menjadi orang nomor 1 di BUMN listrik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan berjanji, jika ia menjadi Dirut PLN maka ada dua hal yang akan menjadi fokusnya yaitu mencukupi kesediaan pasokan listrik dan juga menekan subsidi.
Seperti diketahui, isu Dahlan sebagai pengganti posisi Fahmi Mochtar memang semakin santer. Dahlan mengaku telah menjalani sejumlah proses fit and profer test sejak tanggal 2 November lalu hingga saat ini.
Dahlan mengaku pemilihannya menjadi salah satu calon Dirut PLN tersebut atas dasar permintaan Presiden SBY. Namun Dahlan membantah bahwa pemilihannya tersebut terkait isu balas budi atas dana kampanye yang disetorkannya.
"Saya tidak ada urusannya dengan partai," imbuhnya.
Dahlan mengatakan, ia juga siap jika ternyata ia tidak terpilih menjadi pimpinan di PLN. Seperti diketahui, selain Dahlan, ada 2 calon pesaing lain yakni dari 2 internal direksi saat ini.
"Saya juga siap untuk tidak jadi. Dan saya memang dalam posisi tidak melamar dan saya sebenarnya sangat menikmati posisi saya sebagai orang bebas. Yang manggil saya Presiden," tambahnya lagi.
Pria yang pernah menjalani cangkok hati ini juga kembali mengulang pernyataannya bahwa dirinya mengalami kerugian jika ia terpilih menjadi Dirut PLN.
"Rugi kebebasan, karena kebebasan seperti nikmat, istri juga protes, penghasilan tidak lebih besar," candanya.
(epi/qom)











































