Laks: Rapat di Teuku Umar Bahas Kelangkaan Minyak Tanah
Senin, 05 Apr 2004 12:54 WIB
Jakarta - Kemarin, Minggu (4/4/2004), Presiden Mega mendadak memanggil jajaran menteri ekonomi di kediaman Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat. Namun usai rapat, seluruh menteri langsung ngacir. Tak ada penjelasan resmi tentang materi pertemuan tersebut.Nah, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Laksamana Sukardi, memberi sedikit bocoran. Menurutnya, pertemuan itu membahas antara lain masalah kelangkaan minyak tanah dan elpiji. Diakui, stok minyak tanah di Indonesia memang kekurangan suplai dan pengawasan distribusinya kurang ketat."Kemungkinan kita akan melakukan pewarnaan (kembali) untuk minyak tanah yang disubsidi dan pengawasan di lapangan dari pangkalan ke pengecer akan lebih diperketat karena kita punya tim terpadu untuk itu," ujar Laks, usai mencoblos di TPS 001 Kelurahan Senayan, Jl. Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (5/4/2004).Menyinggung tentang kemungkinan pengubahan asumsi harga minyak dalam APBM, menurut dia, pemerintah akan melihat harga rata-rata minyak tanah dunia. Pasalnya, kalau harga minyak tinggi, maka pemerintah akan lebih banyak mengimpor dan memperkecil subsidi."Sekarang ini kita malah lebih mengikuti pasar. Kita banyak impor sekarang, kalau dulu ekspor. Jadi kalau ada windfall profit (keuntungan tambahan-red), sebagian besar nanti untuk daerah," demikian Laksamana Sukardi.
(ani/)











































