Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya memperkirakan kebutuhan elpiji tahun depan mencapai 4.338.776 Metric ton (MT), dimana sebesar 3.077.000 MT untuk kebutuhan elpiji bersubsidi dalam negeri.
"Sisanya untuk kebutuhan elpiji non subsidi dalam negeri," ungkap Hanung dalam konferensi pers mengenai kesiapan menghadapi natal dan tahun baru 2010 di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira No.10, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Hanung memaparkan, kebutuhan elpiji tersebut akan dipasok dari kilang Pertamina sebanyak 818.545 MT, kemudian dari operasi direktorat hulu 52.920 MT.
Selain itu, pasokan elpiji tersebut juga berasal Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) sebesar 969.724 MT, kilang swasta domestik sekitar 88.550 MT dan mengimpor elpiji Petredec maksimal 1.5 juta ton.
"Sehingga dari supply side sebesar 3.429.739 MT sehingga masih terjadi defisit," ungkap dia.
Untuk memenuhi kekurangan tersebut, Pertamina akan menggunakan dua opsi yaitu membuka tender internasional kalau kebutuhan besar, namun jika kebutuhannya kecil maka Pertamina akan ambil dari spot market dan juga dari kilang Bontang.
"Kita harap ada tambahan pasokan elpiji bontang. Kita utamakan pasokanelpiji dari dalam negeri," tandasnya.
(epi/dnl)










































