Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya memperkirakan jumlah tabung yang beredar di masyarakat pada pertengahan tahun depan sekitar 72-75 juta tabung.
"Setelah program konversi selesai maka kebutuhan tabung hanya untuk mengganti tabung yang rusak sekitar 10 persen dari tabung atau sekitar 7-10 juta per tahun," ujar Hanung di kantor pusat Pertamina, jalan Perwira No.10, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Pada kesempatan yang sama, Hanung menambahkan, dengan peningkatan konsumsi elpiji setelah adanya program konversi maka idealnya jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Indonesia sekitar 250 hingga 300 SPBE. Sementara saat ini jumlah SPBE yang sudah beroperasi di Indonesia baru sekitar 183 SPBE.
"Sebenarnya kami sudah keluarkan izin pembangunan SPBE sekitar 470 buah, tapi sekarang baru beroperasi 183 buah," tandasnya.
Ia menyatakan, saat ini pihaknya juga telah menyelesaikan pembangunan terminal LPG Gresik dengan kapasitas 10 ribu Metric Ton sudah selesai dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi pada 29 Desember mendatang.
"Kami sudah lakukan commisioning terminal elpiji Gresik mulai 16 hingga 22 Desember ini dan diharapkan beroperasi pada 29 Desember ini," tandasnya.
(epi/dnl)










































