"Untuk 2010 saja kita ada shortage pendanaan sekitar hampir Rp32 triliun. Rp 32 triliun sekian lah," ujar Fachmi di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Pihaknya kini tengah mencari solusi untuk menutupi kebutuhan pendanaan tersebut. "Solusinya antara lain dialokasikan dari APBN (anggaran pendapatan belanja negara)," jelas Fachmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian ada tambahan margin, sehingga dari 5 persen menjadi 8 persen. Dengan demikian PLN mempunyai kesempatan untuk men-generate pinjaman dari luar, baik dari obligasi maupun pinjaman perbankan," ujarnya.
Dana sebesar Rp 32 triliun, Fachmi menjelaskan, akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangkit transmisi dan distribusi di seluruh Indonesia.
(nia/dro)











































