"Auditorium dan ruang Direktur Utama akan kami segel," tandas Ketua SP PLN Ahmad Daryoko saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
SP PLN juga akan menggelar aksi demo, namun memundurkan waktu pelaksanaan dari rencana semula pukul 11.00 WIB menjadi 15.00 WIB berbarengan dengan pelantikan Dirut baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memaparkan, penolakan SP PLN atas kehadiran bos Group Jawa Pos di tubuh PLN tersebut, karena Dahlan dinilai akan melakukan misi penjualan pembangkit listrik Jawa Bali kepada pihak swasta sebagaimana diamanahkan dalam UU No.30 tahun 2009.
Ia menyatakan, dalam UU itu mengamanahkan PLN Jawa-Bali diserahkan ke swasta, dan luar Jawa diserahkan ke pemerintah daerah. Sementara Pemerintah Pusat hanya
dijadikan regulator.
"Kami menangkap sinyal bahwa pemerintah akan lakukan privatisasi di sektor kelistrikan melalui Dahlan. Kami khawatir dia akan menjual pembangkit kepada kroni-kroninya," ungkap dia.
Ia menambahkan, sebenarnya pihaknya tidak mempermasalahkan orang luar masuk ke dalam tubuh PLN asalkan memiliki kemampuan di bidang kelistrikan.
"Kenapa orang luar yang masuk orang bisnis bukan orang teknisi di bidang kelistrikan," tandasnya. (dnl/qom)










































