"Dari 37 GM di PLN, ada 11 GM yang sudah positif akan mengundurkan diri, siang ini jumlahnya bisa bertambah kalau Pak Dahlan dipaksakan dilantik. Bahkan bisa saja semua GM itu mengundurkan diri," ujar Ketua Serikat Pekerja PLN Ahmad Daryoko dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Ahmad juga mendengar kabar pemilihan Dahlan sebagai Direktur Utama PLN hanya merupakan politik balas budi dari Presiden SBY karena bos BUMN listrik itu telah menjadi tim sukses Presiden SBY untuk memenangkan pemilu legislatif dan pemilu Presiden di Jawa Timur.
"Berdasarkan informasi A1 yang saya terima, Dahlan merupakan tim sukses SBY di Jawa Timur saat Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden. Jadi ini politik balas budi dari Pak SBY karena Pak Dahlan telah memenangkan Partai Demokrat dan Presiden SBY di Jawa Timur," paparnya.
Ahmad memaparkan penolakan SP PLN terhadap kehadiran Dahlan Iskan dalam tubuh PLN disebabkan adanya kekhawatiran konflik kepentingan karena Dahlan Iskan pemilik IPP 2x25 MW di Kalimantan Timur dan berpotensi untuk mengembangkan kegiatan usaha pribadinya tersebut.
Selain itu, Dahlan juga tidak mempunyai kompetisi di bidang ketenagalistrikan maupun manajerial sistem kelistrikan dan adanya indikasi Dahlan merupakan titipan dari pihak-pihak kapitalis asing untuk segera memprivatisasi PLN.
"Dahlan Iskan merupakan pendukung berat mekanisme pasar bebas/neoliberal dan akan mempercepat unbundling PLN untuk diprivatisasi sesuai UU No 3 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan," paparnya.
Namun sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi secara resmi apakah benar 11 GM PLN akan mengundurkan diri jika Dahlan Iskan resmi dilantik menjadi Direktur Utama PLN. (epi/dnl)










































