April-Juni, Harga Minyak Dunia Diprediksi Turun
Selasa, 06 Apr 2004 12:43 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia selama musim semi April-Juni 2004 diperkirakan akan turun, namun tidak melebihi US$ 22 per barel seperti asumsi dalam APBN. Hal itu akibat turunnya konsumsi minyak dunia. Untuk itu, kekhawatiran sejumlah kalangan akan naiknya harga minyak dinilai tidak perlu terjadi."Kalau pun sekarang harga minyak masih tinggi, itu terjadi karena faktor non-fundamental seperti gejolak yang terjadi di Amerika Serikat, Madrid dan lain-lain. Jadi itu bukan dipicu oleh faktor demand (permintaan) dan supply (penawaran)," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (6/4/2004)."Pasokan minyak dunia saat ini masih banyak dan yang harus diingat setelah OPEC memotong produksinya 1 juta barel per hari pada April, harga minyak langsung turun US$ 1,5 per barel," ungkap Purnomo, yang juga menjabat Presiden dan Sekjen OPEC.Purnomo menambahkan, penurunan tersebut juga disokong oleh perkiraan turunnya konsumsi minyak dunia selama April hingga Juni mendatang. Dari data OPEC, selama 5 tahun terakhir terjadi tren penurunan konsumsi selama musim semi.Namun demikian, lanjut dia, pemerintah akan berusaha agar penurunan tersebut tidak melebihi asumsi harga minyak APBN 2004 sebesar US$ 22 per barel. Ia juga menyebut, OPEC akan melakukan pertemuan luar biasa pada pekan pertama Juni 2004 di Beirut, Libanon, untuk membahas perkembangan harga minyak dunia."Kita akan mengkaji dan menganalisa bagaimana perkembangan minyak terakhir. Itulah yang akan dijadikan acuan untuk keputusan OPEC Juni mendatang," demikian Purnomo Yusgiantoro.
(ani/)











































