"Dengan adanya Dirut baru maka harus bisa melakukan perencanaan yang lebih baik sehingga tidak ada pemadaman seperti kemarin. Saya rasa perencanaan listrik dengan baik tidak akan ada pemadaman," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan saat dihubungi detikFinance , Rabu (23/12/2009).
Ridwan menjelaskan sebagai pengusaha pengelola pusat perbelanjaan masalah listrik menjadi sangat vital karena hampir 60% biaya operasional gedung perbelajaan dikeluarkan untuk biaya listrik. Sehingga kata dia, sudah wajar kalau pihaknya menuntut perubahaan kepada Dahlan Iskan terutama soal pemadaman listrik.
"Moga-moga dengan adanyan Dirut baru, bisa terjadi perubahan, termasuk kebiasaan yang kurang bagus bisa dirubah," tegasnya.
Ia juga menyatakan terpilihnya Dahlan Iskan bisa memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran baru dalam mengurus PLN. Di antaranya dalam mengelola manajemen pasokan listrik, perencanaan yang matang, dan menghapus penetapan harga listrik yang diskriminasi.
"Saya rasa bagus itu, supaya ada ide baru. Masak sudah lama merdeka masih ada saja pemadaman dan susah listrik, terutama di luar Jawa susah," katanya.
Sementara itu Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, sektor industri tekstil sebagai sektor yang sangat membutuhkan listrik mengharapkan adanya perubahan dalam pengelolaan listrik di tubuh PLN. Masalah pemadaman, pasokan dan tarif listrik masih menjadi fokus sektor industri tekstil.
"Siapapun pengganti Fahmi Mochtar, akan berhadapan dengan sejumlah masalah, bukan hanya manajemen internal, tapi juga birokrasi dengan segala aturan yang mengikat, sehingga akan sulit untuk bisa lari kencang," kata Ade melalui pesan singkatnya.
Namun ia yakin Dahlan Iskan bisa melewati masalah-masalah tersebut termasuk dalam menekan segala pemborosan yang tidak perlu di tubuh PLN.
Sedangkan Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi mengatakan terpilihnya Dahlan Iskan bisa menjadi titik awal baru bagi PLN karena latar belakang Dahlan yang berlatar belakang bisnis sangat cocok memimpin PLN.
Dikatakanya keunggulan Bos Jawa Pos Group yang berlatar belakang pebisnis diharapkan bisa menciptakan PLN yang lebih efisien, memimpin secara bisnis, menekan kerugian PLN dan lain-lain.
"Ini lebih baik dibandingkan dengan orang yang diluar entrepreneur, PLN itu suatu bisnis lebih baik dipegang oleh orang bisnis," tegasnya.
Namun kata dia, figur pribadi yang memimpin PLN sehebat apapun orangnya tidak akan berarti apa-apa jika tanpa dukungan dari jajaran di bawahnya termasuk direktur-direktur yang solid.
(hen/dnl)











































