Realisasi penerimaan bea masuk masih menempati posisi tertinggi dari beberapa penerimaan lainnya pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hingga 21 Desember 2009, realisasi penerimaan bea masuk sudah mencapai 109% dari target APBN-P 2009 disusul oleh penerimaan cukai 100,35%, dan bea keluar hanya 39,9%.
Demikian disampaikan oleh Kabag Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Efi Suhartantyo kepada detikFinance , Sabtu (26/12/2009).
Dari target penerimaan bea masuk pada APBN-P tahun 2009 sebesar Rp 16,123 triliun realisasi telah mencapai Rp 17,56 triliun atau telah mencapai 109% dari target. Tingginya penerimaan bea masuk ini mencerminkan tingginya aktivitas impor Indonesia, jauh melebihi ekspor.
Sedangkan untuk target penerimaan cukai sebesar Rp 54,545 triliun, hingga kini realisasi sudah mencapai Rp 54,74 triliun atau 100,35%.
Khusus untuk penerimaan bea keluar dari target Rp 1,3 triliun, realisasinya hanya mencapai Rp 560 miliar atau sebesar 39,9%.
Penerimaan bea keluar sejak awal tahun sangat rendah akibat menurunnya ekspor akibat imbas krisis ekonomi global yang menurunkan tingkat permintaan ekspor dari Indonesia.
(dnl/dnl)











































