"Telah dibentuk tim bersama dalam mempersiapkan langkah untuk menghadapi FTA ASEAN China yang dipimpin langsung oleh Menko, deputy Menko (bp Edi Putra) dan melibatkan antara lain pimpinan Apindo & Kadin serta wakil Mentri Perdagangan & pejabat departemen terkait," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Apindo, Franky Sibarani dalam siaran persnya, Minggu (27/12/2009).
Menurut Franky, forum tim bersama FTA ASEAN China diharapkan bisa menampung berbagai masalah bisnis yang berpotensi terjadi dalam pelaksanaan FTA ASEAN China seperti friksi kebijakan, gangguan ekspor impor dan sebagainya.
"Tim bersama menerima keluhan, masukan serta permohonan dukungan pelaku usaha dalam rangka memanfaatkan peluang usaha dalam FTA ASEAN China dari pelaku usaha dan asosiasi. Forum ini juga menampung masalah bisnis seperti friksi kebijakan di lapangan, gangguan impor ekspor, dan sebagainya," ujarnya.
Franky mengatakan, sejak ditetapkan pada 25 Desember 2009, tim bersama FTA ASEAN China telah menerima masukan dari 4 asosiasi. "Kami masih memberikan kesempatan hingga 3 Januari 2010, sebelum masuk dalam rapat koordinasi pada 5 Januari 2010. Masukan 4 asosasi saat ini sedang ditindaklanjuti," ujarnya.
Franky berharap, dengan adanya tim bersama ini, ke depannya forum ini akan bisa memperkuat dunia usaha dalam melaksanakan debottlenecking dan optimalisasi pengamanan pasar domestik dan ekspor.
"Permasalah persiapan FTA ASEAN China bukan saja masalah renegosiasi, tetapi juga masalah-masalah bisnis yang sering menimbulkan high cost economy seperti, regulasi yang kontradiktif dengan perkembangan dunia usaha, perlunya regulasi yang lebih pro konsumen dan pasar dalam negeri dan lain-lain," jelasnya.
(dro/dro)











































