Menurut Sri Mulyani, faktor pendorong terjadinya inflasi pada Desember ini masih dari sisi komoditas, seperti makanan, rekreasi dan pendidikan.
"Kalau kita lihat dari segi faktor penyumbangnya, mungkin dari sisi komoditas, saya lihat mungkin dari sisi faktor makanan yang tetap akan muncul, dari sisi services termasuk dari sisi traffic karena libur," jelasnya di Aula Prijadi Praptosuhardjo Departemen Keuangan, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita sudah melihat koreksi terhadap harga-harga komoditas, jadi itu mungkin kembali levelling off saja," ungkap Sri Mulyani.
Dari sisi kebijakan, Sri Mulyani menjelaskan pemerintah tetap memberikan subsidi untuk menstabilkan harga.
"Jadi saya rasa stabilitas dalam rangka menjaga daya beli tetap terjaga karena policynya sudah ada dan sudah disediakan dalam APBN," jelasnya.
Sedangkan dari sisi struktur nilai tukar, Sri Mulyani mengimbau agar pemerintah bisa menjaga kondisi politik karena hal ini dapat memengaruhi keseimbangan nilai tukar.
"Kalau kondisi politik tidak menganggu, saya rasa akan tetap brada pada level yang sekarang. Jadi, dalam hal ini secara overall dari seluruh penyumbang inflasi saya melihat faktor-faktor ini masih akan bisa di-manage dengan baik sampai kuartal I 2010," harap Sri Mulyani.
Badan Pusat Statistis (BPS) mencatat pada November 2009 terjadi deflasi 0,03%. Inflasi tahun kalender dari Januari hingga November 2009 sebesar 2,45%, dan inflasi year on year sebesar 2,41%.
(nia/qom)











































