"Masyarakat kita sudah sangat dewasa, politik ya politik, ekonomi ya ekonomi," ujar Hatta di Kantor Menko Perekonomian, lapangan banteng, Jakarta, Selasa (29/12/2009)
Menurut Hatta, faktor penyebab rendahnya penyaluran kredit lebih kepada alasan teknis seperti masalah infrastruktur."Makanya kita harus memperlancar sumbatan-sumbatan itu. Saya kok melihat faktor itu kecil daripada faktor-faktor teknik seperti infrastruktur," ungkap dia.
Untuk itu, Hatta optimistis penyaluran kredit tahun depan akan meningkat sekitar 5,5 -5,6 persen terkait terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi tahun depan.
"Untuk kuartal 4 tahun ini kami optimis di atas 4,5 persen sehingga average-nya 4,3 persen. Kan kalau di akhir- akhir tahun belanja pemerintah tinggi dan tingkat konsumsi juga tinggi ekspor membaik," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono menilai tingginya undisbursed loan (kredit yang belum dicairkan) perbankan nasional berpotensi menghambat pertumbuhan kredit nasional tahun 2010. Hingga saat ini, undisbursed loan perbankan nasional mencapai Rp 270 triliun.
Menurutnya, tingginya undisbursed loan tersebut dikarenakan debitur banyak memilih untuk mengambil langkah wait and see . Ini terkait masih berlarutnya kasus Century yang tak kunjung usai.
"Penundaan kredit memang biasa dilakukan saat terjadi peristiwa politik besar. Investor cenderung wait and see ," ujar Sigit usai penandatanganan kontrak Bank Operasi dan Bank Persepsi di kantor Dirjen Perbendaharaan Negara komplek Departemen Keuangan.
Ia menilai, jika undisbursed loan ini terus bergerak naik, maka pertumbuhan kredit tahun 2009 tidak akan mencapai target seperti yang dicanangkan pada awal tahun. Bank Indonesia (BI) sebelumnya menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tahun 2009 mencapai 20%. Nyatanya, sampai saat ini pertumbuhan baru bergerak di kisaran 8-9%.
(epi/ang)











































